Hallo Informatik frens! Disini saya akan mengulas sedikit materi tentang rangkaian sekuensial. tanpa berlama lama mari kita bahas bareng bareng yaa cekidott!!
Rangkaian Sekuensial
Rangkaian sekuensial berbeda dengan rangkaian kombinasional.
Pada rangkaian kombinasional, output bergantung pada inputnya, sedangkan pada
rangkaian sekuensial outputnya tergantung pada input dan input sebelumnya atau
dapat dikatakan rangkaian yang bekerja berdasarkan urutan waktu.
Ciri rangkaian logika sekuensial yang utama adalah adanya
jalur umpan balik (feedback) di dalam rangkaiannya. Rangkaian kombinasional
tidak memperhatikan input sebelumnya karena tidak ada memori dan variabel waktu
tidak mempengaruhi suatu rangkaian kombinasional. Sedangkan pada rangkaian
sekuensial, input sebelumnya disimpan sebagai informasi biner pada memori
(informasi itu disebut dengan state)
Perbedaan sekuensial Sinkron dan Asinkron
·
Rangkaian logika sekuensi Sinkron
merupakan rangkaian logika sekuensi yang bekerja memproses suatu sinyal input
ketika suatu sinyal sinkronisasi mengaktifkan semua elemen penyimpanan nya
secara bersama-sama
·
Rangkaian sekuensial Asinkron
merupakan rangkaian logika sekuensi yang pengaktifan elemen-elemen
penyimpanannya berdasarkan urutan sinyal yang masuk sehingga elemenelemen
penyimpanannya tidak bekerja secara bersamaan
1. Flip-flop
Flip-flop adalah Elemen penyimpan
rangkaian sekuensi dan sel biner yang mampu menyimpan data 1-bit, sehingga sel
ini dinamakan pula memori 1-bit.
Jenis-jenis flip-flop:
- Flip-flop Set-Reset (RS)
- Flip-flop CRS
- Flip-flop J-K
- Flip-flop D
- Flip-flop T
a. K Flip-Flop (Master Slave JK Flip-Flop)
Kelebihan
JK Flip-flop adalah tidak adanya kondisi terlarang atau yang berarti di beri
berapapun inputan asalkan terdapat clock maka akan terjadi perubahan pada
keluarannya / outputnya. berikut adalah symbol dan tabel kebenaran dari JK
Flip-Flop.
b. RS Flip-Flop
RS FF ini
adalah dasar dari semua Flip-flop yang memiliki 2 gerbang inputan / masukan
yaitu R dan S. R artinya “RESET” dan S artinya “SET”. Flip-flop
yang satu ini mempunyai 2 keluaran / outputyaitu Q dan Q`.
Bila S
diberi logika 1 dan R diberi logika 0, maka output Q akan berada pada logika 0
dan Q not pada logika 1. Bila R diberi logika 1 dan S diberi logika 0 maka
keadaan output akan berubah menjadi Q berada pada logik 1 dan Q not pada logika
0. Sifat paling penting dari Flip-Flop adalah bahwa sistem ini dapat menempati
salah satu dari dua keadaan stabil yaitu stabil I diperoleh saat Q =1 dan Q not
= 0, stabil ke II diperoleh saat Q=0 dan Q not .
Berikut
adalah Symbol dan Tabel kebenaran dari RS Flip-Flop:
c. D Flip-Flop
D Flip-flop merupakan salah satu
jenis Flip-flop yang dibangun dengan menggunakan Flip-flop RS. Perbedaan dengan
Flip-flop RS terletak pada inputan R, pada D Flip-flop inputan R terlebih
dahulu diberi gerbang NOT. maka setiap masukan ke D FF ini akan memberi keadaan
yang berbeda pada input RS, dengan demikian hanya terdapat 2 keadaan “SET” dan
“RESET” S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0, jadi dapat disi. Berikut adalah
gambar dari symbol dan data sheet D Flip – flop.
d.
CRS Flip-Flop
Adalah
clocked RS-FF yang dilengkapi dengan sebuah terminal pulsa clock. Pulsa clock
ini berfungsi mengatur keadaan Set dan Reset. Bila pulsa clock berlogik 0, maka
perubahan logik pada input R dan S tidak akan mengakibatkan perubahan pada
output Q dan Qnot. Akan tetapi apabila pulsa clock berlogik 1, maka perubahan
pada input R dan S dapat mengakibatkan perubahan pada output Q dan Q not.
Berikut adalah gambar dari Symbol dan Tabel kebenaran dari RS Flip – flop.
e. T Flip-Flop
T Flip-flop merupakan rangkaian
flip-flop yang telah di buat dengan menggunakan flip-flop J-K yang kedua
inputnya dihubungkan menjadi satu maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki
watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan
tetap jika inputnya rendah. Berikut adalah gambar tabel kebenaran gerbang
logika dan symbol dari T Flip – flop.
2. Register
Register adalah memori berukuran sangat kecil dengan
kecepatan akses sangat tinggi. Register digunakan untuk menyimpan data dan
instruksi yang sedang diproses, sementara itu data dan instruksi lainnya yang
menunggu giliran diproses akan disimpan dalam main memory.
Ada empat tipe
register :
a. Serial In – Serial Out
Pada Register Serial In – Serial Out, jalur masuk data berjumlah satu dan
jalur keluarannya juga berjumlah satu. Pada jenis register ini data mengalami
pergeseran, flip-flop pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip-flop
kedua menerima masukan dari flip-flop pertama, dan seterusnya.
b.
Paralel In – Paralel Out
Register Paralel In - Paralel Out mempunyai
jalur masukan dan keluaran sesuai dengan jumlah flip-flop yang menyusunnya.
Pada register jenis ini, data masuk dan keluar secara serentak. Dan hanya
membutuhkan satu kali picu.
c. Serial In – Paralel Out
Register serial In – Paralel Out mempunyai
satu saluran masukan dan saluran keluaran sejumlah flip-flop yang menyusunnya.
Data masuk satu-persatu (secara serial) dan dikeluarkan secara serentak.
Pengeluaran data dikendalikan oleh sebuah sinyal kontrol. Selama sinyal kontrol
tidak diberikan, data akan tetap tersimpan dalam register.
d. Paralel In – Serial Out
Paralel In - Serial Out mempunyai jalur
masukan sesuai dengan jumlah flip-flop yang menyusunnya, dan hanya mempunyai
satu jalur keluaran. Data masuk ke dalam register secara serentak dengan
dikendalikan sinyal kontrol, sedangkan data keluar satu-persatu (secara
serial).
3. Counter
Rangkaian Counter (penghitung) adalah logika sekuensial yang
dapat dipergunakan untuk menghitung jumlah pulsa masuk dan dinyatakan dengan
bilangan biner. Sesuai dengan namanya 4 BIT Binary Counter adalah suatu
rangkaian logika yang terdiri dari 4 buah Flip-Flop yang mampu melaksanakan
perhitungan sampai bilangan 16.
4. Memori
Memori adalah pusat dari operasi pada sistem komputer
modern, berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan
dijaga sebaik-baiknya. Memori adalah array besar dari word atau byte, yang
disebut alamat.
Kesimpulan
Suatu rangkaian diklasifikasikan sebagai kombinasional jika
memiliki sifat yaitu keluarannya ditentukan hanya oleh masukkan eksternal saja.
Suatu rangkaian diklasifikasikan sequential jika ia memiliki
sifat keluarannya ditentukan oleh tidak hanya masukkan eksternal tetapi juga oleh
kondisi sebelumnya.
Perbedaan rangkaian kombinasional dan rangkaian sekuensial :
- Rangkaian kombinasional terdiri dari gerbang logika yang
memiliki output yang selalu tergantung pada kombinasi input yang ada. Rangkaian
kombinasional melakukan operasi yang dapat ditentukan secara logika dengan
memakai sebuah fungsi boolean.
- Rangkaian sekuensial merupakan rangkaian logika yang
keadaan outputnya tergantung pada keadaan input-inputnya juga tergantung pada
keadaan output sebelumnya. Rangkaian ini juga didefenisikan sebagai rangkaian
logika yang outputnya tergantung waktu.
Referensi :
· Elektur (Alih bahasa : Wasito). 1996. Data Sheet Book 1. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
· Wayan Suparta, PhD, Rangkaian Sekuensial. Prodi Informatika: Universitas Pembangunan Jaya
· Jurnal Rangkaian Sekuensial. Bandung: UNIKOM











Tidak ada komentar:
Posting Komentar